1. Fresh graduated kesehatan
Jangan salah sangka dulu, di sini aku ga akan bahas nakes (tenaga kesehatan) yg luar biasa tangguh.
Tulisan pertama aku ini ditujukan buat semua ORANG TUA yg anaknya baru aja diwisuda dari sekolah/prodi/fakultas kesehatan.
Semua orang tua pasti bangga saat melihat anaknya sukses dlm pendidikan, diwisuda misalnya. Melihat sang buah hati menggenakan jubah kebesaran (bukan kedodoran), menopang topi kucir, disumpah profesi, apalagi ditambah memakai selempang "cumlaude", pasti saat-saat itu menjadi mengharukan bagi para orang tua.
Sehari bersama kluarga, sahabat, kerabat yg datang mengucapkan selamat. Seminggu masih mengurus administrasi kampus yg belum selesai, kalau untuk d3 kesehatan seperti sumpah profesi, proses ijazah dan transkip keluar, menunggu legalisir, pasti melelahkan sekaligus menyenangkan.
Setelah semuanya ada, lumrah rasanya jika ilmuwan muda ini mencari pekerjaan ke sana ke mari. Tp akan berbeda dengan lulusan kesehatan, mereka harus menjalani uji kompetensi (UKDI, UKBI, dll), menunggu hasil uji kompetensi yg pasti lama karena dilaksanakan serentak se-Indonesia Raya, setelah itu baru memproses Surat Tanda Registrasi (STR) untuk masing-masing tenaga ahli. Dan yg perlu diketahui buat semua yg belum tau, proses STR-an ini luamaaaaaaaa. Tenan cah, iki suuuiii buanget. Waktunya bulanan-1tahunan buat nunggu STR jadi.
Nah stres pasti melanda.
1. Orangtua menanyakan trus kpd sang anak. Kenapa belum dipanggil kerja, kenapa belum melamar kerja.
Karena kebanyakan instansi tidak menerima surat keterangan STR dlm proses, dan setiap nakes memang harus teregistrasi terlebih dahulu.
*Yaa klo ada yg menerima tnpa STR alhamdulillah, klo belum ya sabar..
2. Jadi omongan tetangga
Kalo yg ini mah cuekin aja. Karena mereka juga blm tentu ngerti walaupun udah dijelasin.
3. Melihat teman yg sudah diterima kerja, STR sudah jadi.
*sabar yaa
Disini peran orangtua sangat diperlukan, juga keterbukaan sang anak kpd orangtua terutama yg orangtuanya bukan dari kesehatan (mungkin perlu diberikan pengertian ekstra).
Buat semua orang tua, pak e bu e, mama papa, ayah bunda, mbok pak, biung romo, doakan saja anaknya, karena setiap anak yg sudah lulus/diwisuda pasti berkeinginan untuk bekerja. Berikan semangat karna dia sedang berjuang melawan perpindahan atmosfer dr mahasiswa ke kehidupan nyata.
Tulisan pertama aku ini ditujukan buat semua ORANG TUA yg anaknya baru aja diwisuda dari sekolah/prodi/fakultas kesehatan.
Semua orang tua pasti bangga saat melihat anaknya sukses dlm pendidikan, diwisuda misalnya. Melihat sang buah hati menggenakan jubah kebesaran (bukan kedodoran), menopang topi kucir, disumpah profesi, apalagi ditambah memakai selempang "cumlaude", pasti saat-saat itu menjadi mengharukan bagi para orang tua.
Sehari bersama kluarga, sahabat, kerabat yg datang mengucapkan selamat. Seminggu masih mengurus administrasi kampus yg belum selesai, kalau untuk d3 kesehatan seperti sumpah profesi, proses ijazah dan transkip keluar, menunggu legalisir, pasti melelahkan sekaligus menyenangkan.
Setelah semuanya ada, lumrah rasanya jika ilmuwan muda ini mencari pekerjaan ke sana ke mari. Tp akan berbeda dengan lulusan kesehatan, mereka harus menjalani uji kompetensi (UKDI, UKBI, dll), menunggu hasil uji kompetensi yg pasti lama karena dilaksanakan serentak se-Indonesia Raya, setelah itu baru memproses Surat Tanda Registrasi (STR) untuk masing-masing tenaga ahli. Dan yg perlu diketahui buat semua yg belum tau, proses STR-an ini luamaaaaaaaa. Tenan cah, iki suuuiii buanget. Waktunya bulanan-1tahunan buat nunggu STR jadi.
Nah stres pasti melanda.
1. Orangtua menanyakan trus kpd sang anak. Kenapa belum dipanggil kerja, kenapa belum melamar kerja.
Karena kebanyakan instansi tidak menerima surat keterangan STR dlm proses, dan setiap nakes memang harus teregistrasi terlebih dahulu.
*Yaa klo ada yg menerima tnpa STR alhamdulillah, klo belum ya sabar..
2. Jadi omongan tetangga
Kalo yg ini mah cuekin aja. Karena mereka juga blm tentu ngerti walaupun udah dijelasin.
3. Melihat teman yg sudah diterima kerja, STR sudah jadi.
*sabar yaa
Disini peran orangtua sangat diperlukan, juga keterbukaan sang anak kpd orangtua terutama yg orangtuanya bukan dari kesehatan (mungkin perlu diberikan pengertian ekstra).
Buat semua orang tua, pak e bu e, mama papa, ayah bunda, mbok pak, biung romo, doakan saja anaknya, karena setiap anak yg sudah lulus/diwisuda pasti berkeinginan untuk bekerja. Berikan semangat karna dia sedang berjuang melawan perpindahan atmosfer dr mahasiswa ke kehidupan nyata.
Komentar
Posting Komentar