Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Teruntuk Kepada

Kepada pucuk yang menusuk awan, gedung yang memecah angin, karang yang menghalau ombak Kepada sayap yang melayang-layang, kelopak yang menengadah, juga hujan yang jatuh tanpa terwadah Teruntuk pagi yang tak kelam, hari senja yang tak usang, gelap malam yang bergemintang Kepada siapakah kalian menatap? Teruntuk siapa gerangan tak beranjak? Dalam rotasi bak wukuf sel-sel membentuk lintasan Mengaung-aungkan nama sang puja Kau kah pemuja Sang Maha? Sedang gema itu tak bergeming Sunyi... Aku yang terhanyut anggun gemulaimu di bawah rembulan mengacung-acungkan diri dalam penyembahan berbeda kau mengabdi dalam kesunyian Pantaskah si kerdil ini berdiri dalam penantian? jika jasad ini harus kau tundukan untuk menunduk kau sujudkan untuk bersujud dan kau? Aku malu denganmu Aku mengharap cinta tanpa mencintai meminta rindu tanpa merindu menagih janji tanpa menepati Duhai... Aku malu