Teruntuk Kepada

Kepada pucuk yang menusuk awan,
gedung yang memecah angin,
karang yang menghalau ombak

Kepada sayap yang melayang-layang,
kelopak yang menengadah,
juga hujan yang jatuh tanpa terwadah

Teruntuk pagi yang tak kelam,
hari senja yang tak usang,
gelap malam yang bergemintang

Kepada siapakah kalian menatap?
Teruntuk siapa gerangan tak beranjak?

Dalam rotasi bak wukuf sel-sel membentuk lintasan
Mengaung-aungkan nama sang puja
Kau kah pemuja Sang Maha?
Sedang gema itu tak bergeming
Sunyi...

Aku yang terhanyut anggun gemulaimu
di bawah rembulan
mengacung-acungkan diri dalam penyembahan
berbeda kau
mengabdi dalam kesunyian

Pantaskah si kerdil ini berdiri dalam penantian?
jika jasad ini harus kau tundukan untuk menunduk
kau sujudkan untuk bersujud
dan kau?

Aku malu denganmu

Aku mengharap cinta tanpa mencintai
meminta rindu tanpa merindu
menagih janji tanpa menepati

Duhai...

Aku malu

Komentar