Postingan

Teruntuk Kepada

Kepada pucuk yang menusuk awan, gedung yang memecah angin, karang yang menghalau ombak Kepada sayap yang melayang-layang, kelopak yang menengadah, juga hujan yang jatuh tanpa terwadah Teruntuk pagi yang tak kelam, hari senja yang tak usang, gelap malam yang bergemintang Kepada siapakah kalian menatap? Teruntuk siapa gerangan tak beranjak? Dalam rotasi bak wukuf sel-sel membentuk lintasan Mengaung-aungkan nama sang puja Kau kah pemuja Sang Maha? Sedang gema itu tak bergeming Sunyi... Aku yang terhanyut anggun gemulaimu di bawah rembulan mengacung-acungkan diri dalam penyembahan berbeda kau mengabdi dalam kesunyian Pantaskah si kerdil ini berdiri dalam penantian? jika jasad ini harus kau tundukan untuk menunduk kau sujudkan untuk bersujud dan kau? Aku malu denganmu Aku mengharap cinta tanpa mencintai meminta rindu tanpa merindu menagih janji tanpa menepati Duhai... Aku malu

Aku & Skoliosis

Selamat malam, internet 🙋 Hari ini hari pertama aku renang setelah hari itu. Hari itu adalah hari terakhir kali aku renang sebelum hari ini. Yaa gitulah ya.. Beberapa waktu lalu aku bikin surat keterangan sehat di RSUD kabupaten tempat aku tinggal. Aku dateng ke poli RS bagian adm untuk mendaftar. Setelah itu aku dikasih beberapa kertas dan disuruh ke kasir. Sampai kasir ada sejumlah uang yg aku bayar, dan aku dapet banyak kertas. Mba kasir itu menjelaskan ke aku, "Yang ini ke poli mata, ini ke ugd, ini ke lab, ini ke radiologi, trus ini terakhir ya mba ke rekam medik". Aku cuma mengangguk dan bilang makasih. Setelah dari poli mata-ugd-lab-radiologi, semua hasilnya baik dan aku dinyatakan sehat. Yeay, alhamdulillah kesehatanku diakui. Hehe.. Tapi ada yg janggal saat aku mengambil hasil foto thorax di ruang radiologi. Petugas di sana menanyakan apakah tadi posisi badanku sudah tegap pada saat pemeriksaan dan apakah aku skoliosis. Aku bingung. Tp karena aku merasa berdir...

Check in di bandara - My first flight -

Aku iki cah ndeso, umahku nyelempet pinggiran sawah, bapak mbokku yo tani klutuk. Ning aku nduwe cita-cita iso nunggang kapal mabur. Artinya: aku ini anak desa, rumahku di pinggiran sawah, bapak ibuku petani asli. Tapi, aku punya cita-cita bisa naik pesawat terbang. Yups, rata-rata anak kecil di desaku senang sekali kalau ada pesawat melintas di langit. Panas terik tak menjadi alasan untuk lari keluar rumah saat ada deru pesawat terdengar, kemudian masing-masing berandai-andai kalau naik pesawat apa yg bakal dilakuin di atas sana. Nah, suatu hari nih tibalah saatnya inyong ini merantau. Jarak dari rumah ke kota rantauan lumayan jauh. 24jam jalur darat menggunakan bis. Karena alasan jarak yg jauh dan inyong ini mabokan (ndusune to cah) jadilah aku nyari promo pesawat lewat akun penyedia. Alhamdulillah ada harga yg ga jauh beda sm bis (nek larang rasido pesen). Tak tik tuk mikar mikir.... akhirnya aku klik "pesan" Sampai hari keberangkatan, inyong dianter bapak ibuku ke...

1. Fresh graduated kesehatan

Jangan salah sangka dulu, di sini aku ga akan bahas nakes (tenaga kesehatan) yg luar biasa tangguh. Tulisan pertama aku ini ditujukan buat semua ORANG TUA yg anaknya baru aja diwisuda dari sekolah/prodi/fakultas kesehatan. Semua orang tua pasti bangga saat melihat anaknya sukses dlm pendidikan, diwisuda misalnya. Melihat sang buah hati menggenakan jubah kebesaran (bukan kedodoran), menopang topi kucir, disumpah profesi, apalagi ditambah memakai selempang "cumlaude", pasti saat-saat itu menjadi mengharukan bagi para orang tua. Sehari bersama kluarga, sahabat, kerabat yg datang mengucapkan selamat. Seminggu masih mengurus administrasi kampus yg belum selesai, kalau untuk d3 kesehatan seperti sumpah profesi, proses ijazah dan transkip keluar, menunggu legalisir, pasti melelahkan sekaligus menyenangkan. Setelah semuanya ada, lumrah rasanya jika ilmuwan muda ini mencari pekerjaan ke sana ke mari. Tp akan berbeda dengan lulusan kesehatan, mereka harus menjalani uji kompeten...